
Memperbaiki Condensing Unit Bitzer memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem refrigerasi kompresi uap. Bitzer dikenal dengan kompresornya yang tangguh (baik tipe semi-hermetic reciprocating maupun scroll), namun performanya sangat bergantung pada kondisi komponen pendukung di unit kondensernya.
Berikut adalah panduan sistematis untuk mendiagnosa dan memperbaiki kerusakan umum pada Condensing Unit Bitzer.
1. Tahap Diagnosa Awal
Sebelum membongkar, lakukan pengecekan “gejala” untuk mempersempit area perbaikan:
- Kompresor Mati: Masalah kelistrikan, overload, atau tekanan tinggi (High Pressure Trip).
- Kompresor Berisik: Kerusakan mekanis internal atau kekurangan oli.
- Pendinginan Tidak Maksimal: Sirip kondenser kotor, kekurangan refrigeran, atau katup ekspansi (TXV) tersumbat.
- Kompresor Terasa Sangat Panas: Overheating karena rasio tekanan terlalu tinggi atau aliran udara kondenser terhambat.
2. Perbaikan Sisi Kondenser (Air-Cooled)
Kondenser adalah komponen yang paling sering menyebabkan unit Bitzer mati karena High Pressure Trip.
- Pembersihan Sirip (Fins): Jika sirip tertutup debu atau lemak, gunakan air bertekanan sedang dan deterjen netral. Semprot searah dengan sirip agar tidak bengkok. Sirip yang bersih sangat krusial untuk membuang panas.
- Perbaikan Kipas (Condenser Fan): Jika kipas mati, periksa kapasitor (untuk motor 1-phase) atau kontaktor (untuk 3-phase). Ganti motor kipas jika lilitannya sudah terbakar.
- Meluruskan Sirip: Gunakan Fin Comb (sisir sirip) jika banyak sirip yang bengkok akibat benturan, karena ini menghambat aliran udara.
3. Perbaikan Kompresor Bitzer (Semi-Hermetic)
Jika masalah ada pada unit kompresor itu sendiri:
- Penggantian Valve Plate: Jika kompresor menyala tapi tidak ada perbedaan tekanan yang signifikan antara suction dan discharge, kemungkinan besar katup (reed valve) patah. Buka cylinder head, ganti valve plate assembly dan gasketnya.
- Masalah Oli: Bitzer sangat sensitif terhadap level oli.
- Jika oli berkurang, cek kebocoran di seal atau sambungan pipa.
- Jika oli berwarna hitam/asam (setelah burnout), kuras oli dan ganti dengan yang baru sesuai spesifikasi (BSE32 untuk HFC atau B5.2 untuk HCFC).
- Penggantian Oil Sight Glass: Jika kaca pengintai retak atau buram, ganti dengan yang baru saat unit sedang kosong (setelah pump down).
4. Perbaikan Komponen Kelistrikan & Proteksi
Unit Bitzer biasanya dilengkapi dengan modul proteksi motor (seperti SE-B1 atau SE-B2).
- Modul Proteksi Trip: Jika modul memutus arus, periksa sensor termistor di dalam lilitan motor. Jika sensor menunjukkan resistansi sangat tinggi (open circuit), motor mungkin mengalami overheat. Jangan menjumper modul ini secara permanen karena berisiko membakar motor.
- Kontaktor & Overload: Pastikan poin-poin kontak pada kontaktor tidak hangus. Kencangkan semua baut terminal karena koneksi yang longgar dapat menyebabkan voltase tidak seimbang (voltage unbalance) yang merusak motor Bitzer.
5. Perbaikan Sistem Refrigerasi (Leaking & Blockage)
- Mencari Kebocoran: Titik rawan bocor pada unit Bitzer adalah sambungan flare, vibration eliminator (fleksibel), dan area filter drier. Gunakan air sabun atau electronic leak detector.
- Mengganti Filter Drier: Jika terdapat perbedaan suhu yang drastis antara inlet dan outlet filter drier (terasa dingin/berembun di satu sisi), berarti filter tersumbat. Segera ganti untuk mencegah kerusakan kompresor.
- Vakum dan Isi Ulang: Setelah perbaikan (las/ganti komponen), lakukan vakum minimal hingga 500 microns. Isi kembali refrigeran berdasarkan berat (timbangan) atau melalui pengecekan sight glass hingga bening tanpa buih.
6. Prosedur Start-Up Setelah Perbaikan
Jangan langsung menjalankan unit dalam beban penuh:
- Crankcase Heater: Nyalakan pemanas oli (crankcase heater) minimal 12-24 jam sebelum kompresor dijalankan jika unit sudah lama mati. Ini mencegah penguapan mendadak refrigeran di dalam oli yang bisa merusak mekanis kompresor (slugging).
- Cek Rotasi: Untuk motor 3-phase, pastikan putaran kipas dan kompresor sudah benar (tidak terbalik).
- Pantau Tekanan: Gunakan manifold gauge untuk memantau tekanan Low dan High. Pastikan berada dalam operating envelope yang diizinkan oleh Bitzer (bisa dicek di aplikasi Bitzer Software).

Tips Penting:
Gunakan Suku Cadang Asli: Kompresor Bitzer memiliki toleransi presisi yang tinggi. Penggunaan gasket atau valve plate non-original seringkali menyebabkan kegagalan dalam waktu singkat.
Apakah ada kode error tertentu pada modul proteksi atau tekanan spesifik yang terbaca tidak normal pada unit Anda?














Jl. Al.Baidho I No.80 A, RT.6/RW.9, Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810
(021) 840-7279