
Perbaikan Air Handling Unit (AHU) adalah tugas pemeliharaan mekanis dan elektrikal yang krusial untuk menjaga kualitas udara (IAQ), efisiensi energi, dan kenyamanan termal dalam gedung komersial maupun industri. Sebagai unit sentral yang mengolah udara, AHU terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait.
Berikut adalah panduan komprehensif tutorial perbaikan AHU, mulai dari diagnosis hingga prosedur teknis perbaikan per komponen.
1. Tahap Diagnosa dan Keselamatan (Safety First)
Sebelum melakukan perbaikan fisik, Anda harus mengidentifikasi gejala kerusakan secara akurat. Kerusakan umum biasanya berupa:
- Aliran udara lemah (Low airflow).
- Udara tidak dingin/panas.
- Suara berisik atau getaran berlebih.
- Kebocoran air (kondensasi).
- Bau tidak sedap.
Protokol Keselamatan:
- LOTO (Lock Out Tag Out): Matikan pemutus arus (breaker) di panel kontrol AHU dan pasang gembok serta label. Jangan bekerja pada AHU yang masih bertegangan atau yang kipasnya masih berputar.
- APD: Gunakan masker N95 (untuk debu/jamur), sarung tangan, dan kacamata pelindung.
- Static Pressure: Pastikan tekanan statis di dalam ducting sudah turun sebelum membuka panel akses berukuran besar untuk menghindari panel terlempar ke arah teknisi.
2. Perbaikan Sistem Penggerak (Motor dan Fan)
Sistem penggerak adalah “jantung” dari AHU. Komponen ini paling sering mengalami keausan mekanis.
A. Penggantian Belt (Sabuk Transmisi)
Jika terdengar suara mencicit (squealing), biasanya belt kendur atau aus.
- Inspeksi: Periksa adanya keretakan atau serbuk hitam di sekitar pulley.
- Pelepasan: Kendurkan baut dudukan motor (motor slide base) untuk mengurangi ketegangan, lalu lepas belt.
- Pemasangan: Pasang belt baru yang memiliki kode ukuran yang identik.
- Alignment: Pastikan kedua pulley (pada motor dan pada fan) sejajar sempurna menggunakan penggaris panjang atau alat laser alignment. Jika tidak sejajar, belt akan cepat putus.
- Tensioning: Kencangkan baut motor hingga belt memiliki defleksi sekitar 1-2 cm saat ditekan dengan jari di bagian tengah.
B. Perbaikan Bearing (Bantalan)
Suara gerus (grinding) menandakan bearing pada poros fan sudah rusak.
- Gunakan alat puller untuk melepas bearing lama dari poros. Jangan memukul poros dengan palu secara langsung karena dapat membengkokkan poros.
- Bersihkan poros dengan amplas halus.
- Pasang bearing baru dan pastikan terkunci rapat pada dudukannya (pillow block).
- Lakukan pelumasan (greasing) menggunakan grease lithium berkualitas tinggi.
3. Perbaikan Cooling Coil (Koil Pendingin)
Coil adalah tempat terjadinya pertukaran panas. Masalah utama di sini adalah kebocoran atau sumbatan.
A. Menambal Kebocoran Coil
- Deteksi: Gunakan air sabun atau detektor elektronik untuk menemukan titik kebocoran pada pipa tembaga atau sirip (fins).
- Pembersihan: Ampas area sekitar bocor hingga tembaga terlihat mengkilap.
- Brazing: Gunakan las perak (silver brazing) untuk menutup lubang. Pastikan aliran nitrogen rendah dialirkan ke dalam pipa saat mengelas untuk mencegah oksidasi internal.
B. Pembersihan Sirip (Fins Cleaning)
Jika hambatan udara tinggi, sirip coil mungkin tertutup debu atau jamur.
- Semprotkan cairan pembersih coil khusus (alkali ringan) ke seluruh permukaan.
- Gunakan air bertekanan sedang (jangan terlalu tinggi agar sirip tidak bengkok) untuk membilas dari arah yang berlawanan dengan aliran udara.
- Jika sirip ada yang bengkok, gunakan Fin Comb (sisir sirip) untuk meluruskannya kembali guna menjaga aliran udara optimal.
4. Perbaikan Sistem Drainase (Drain Pan & Trap)
Kebocoran air dari panel AHU biasanya disebabkan oleh masalah drainase.
- Pembersihan Bak Kondensat (Drain Pan): Bersihkan lumut dan lendir yang menumpuk. Jika bak sudah berlubang karena karat, lapisi dengan cat epoksi khusus tahan air atau ganti dengan material stainless steel.
- Perbaikan P-Trap: Pastikan pipa trap tidak tersumbat. P-trap yang benar harus memiliki kedalaman yang cukup untuk mengatasi tekanan negatif dari fan AHU agar air bisa mengalir keluar dan bau dari selokan tidak terhisap masuk ke dalam AHU.

5. Perbaikan Filter dan Seal Panel
Filter yang tersumbat tidak hanya mengurangi aliran udara tetapi juga membebani motor secara berlebihan.
- Penggantian Filter: Ganti pre-filter secara rutin. Jika AHU menggunakan HEPA filter (biasanya di rumah sakit), pastikan segel gasket pada bingkai filter terpasang sempurna tanpa celah sedikitpun (zero bypass).
- Seal Panel: Periksa karet seal pada pintu akses AHU. Jika sudah keras atau robek, udara dingin akan bocor keluar (atau udara kotor masuk). Ganti dengan rubber gasket berperekat yang baru.
6. Perbaikan Sistem Kontrol dan Elektrikal
- Pengecekan Kontaktor: Periksa apakah ada titik kontak yang hangus pada kontaktor motor. Bersihkan atau ganti jika perlu.
- Sensor Suhu dan Kelembapan: Jika AHU tidak mencapai setpoint, kalibrasi sensor suhu (thermistor) atau sensor kelembapan. Periksa kabel sensor dari adanya korosi atau sambungan yang longgar.
- Actuator Damper: Periksa motor penggerak damper udara segar (fresh air) dan udara balik (return air). Lumasi engsel-engsel damper agar dapat bergerak bebas sesuai perintah dari sistem BMS (Building Management System).
7. Prosedur Uji Coba (Testing and Commissioning)
Setelah semua perbaikan selesai, lakukan langkah-langkah berikut:
- Cek Manual: Putar poros fan dengan tangan untuk memastikan tidak ada gesekan mekanis.
- Pengecekan Arus (Amperage): Nyalakan unit dan ukur arus motor menggunakan tang ampere. Bandingkan dengan data pada nameplate motor. Jika arus terlalu tinggi, mungkin belt terlalu kencang atau ada hambatan pada aliran udara.
- Ukur Tekanan Statis: Gunakan manometer untuk memastikan perbedaan tekanan (differential pressure) pada filter dan coil berada dalam batas normal.
- Pengecekan Getaran: Pastikan vibrasi unit berada dalam batas aman. Getaran berlebih bisa merusak struktur bangunan dan komponen internal AHU.
8. Tips Perawatan Preventif (Pencegahan)
Agar perbaikan besar tidak sering terjadi, terapkan jadwal berikut:
- Bulanan: Cek filter dan tegangan belt.
- Triwulanan: Pelumasan bearing dan pembersihan drain pan.
- Tahunan: Pembersihan coil secara menyeluruh dan pengecekan kekencangan semua baut terminal elektrikal.

Kesimpulan
Perbaikan AHU membutuhkan kombinasi keahlian mekanis (perpipaan, pengelasan, mekanika fan) dan elektrikal. Kunci dari AHU yang tahan lama adalah kebersihan dan keseimbangan mekanis. Unit yang bersih akan beroperasi dengan beban rendah, sehingga memperpanjang umur motor dan komponen lainnya.
Apakah Anda sedang menangani masalah spesifik pada AHU, seperti getaran yang tidak kunjung hilang atau masalah pada sistem kontrol otomatisnya?














Jl. Al.Baidho I No.80 A, RT.6/RW.9, Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810
(021) 840-7279